Senin, 19 Desember 2016

Gejala Dermatitis Kontak

Gejala Dermatitis Kontak.- Efek dari dermatitis kontak bervariasi, mulai dari kemerahan yang ringan dan hanya berlangsung sekejap sampai kepada pembengkakan hebat dan lepuhan kulit. Ruam seringkali terdiri dari lepuhan kecil yang terasa gatal (vesikel). Pada awalnya ruam hanya terbatas di daerah yang kontak langsung dengan alergen (zat penyebab terjadinya reaksi alergi), tetapi selanjutnya ruam bisa menyebar. Ruam bisa sangat kecil (misalnya sebesar lubang anting-anting) atau bisa menutupi area tubuh yang luas (misalnya dermatitis karena pemakaian losyen badan).
Jika zat penyebab ruam tidak lagi digunakan, biasanya dalam beberapa hari kemerahan akan menghilang. Lepuhan akan pecah dan mengeluarkan cairan serta membentuk keropeng lalu mengering. Sisa-sisa sisik, gatal-gatal dan penebalan kulit yang bersifat sementara, bisa berlangsung selama beberapa hari atau minggu.

Apa Penyebab Dermatitis Kontak ?

Apa Penyebab Dermatitis Kontak ? Penyebab dermatitis kontak adalah kontak langsung dengan penyebab iritasi menyebabkan kulit alergi. Getah dan tanaman beracun adalah penyebab yang umum. Paparan tidak hanya terjadi dengan menyentuh pohon, tetapi juga menyentuh atau mengelus pakaian dengan zat yang lengket.
Beberapa penyebab lain termasuk pakaian (wol), bahan pembersih peralatan rumah tangga (seperti deterjen), pembersih (seperti sabun, shampoo), logam alkali, pewarna, obat-obatan, pestisida, dan bahan kimia lainnya.

Apa Itu Dermatitis Kontak ?

Apa Itu Dermatitis Kontak ? Dermatitis kontak adalah peradangan pada kulit, ditandai dengan ruam gatal kemerahan, yang muncul akibat kontak dengan zat tertentu. Ruam yang muncul akibat peradangan ini tidak menular atau berbahaya, tapi bisa menyebabkan rasa tidak nyaman bagi penderita.
Dermatitis kontak merupakan bagian dari eksim atau eksema, di mana kulit bisa menjadi memerah, kering dan pecah-pecah. Dermatitis kontak bisa terjadi pada kulit di bagian tubuh mana pun, tapi umumnya dermatitis kontak menyerang kulit tangan dan wajah. Agar pengobatan bisa berjalan sukses, penderita harus mengidentifikasi dan menghindari penyebab munculnya dermatitis kontak pada kulit mereka.